Main ke Istiqlal-Bagian II

Perjalanan dari Istiqlal berjalan lancar, sesekali Zeze Vavai memberitahukan beberapa lokasi pada Oom dan Tantenya yang berasal dari kampung, hehehe… Kami tiba di Istiqlal setelah kurang lebih 15 menit perjalanan naik taksi dari stasiun Jakarta Kota.

Di pintu masuk banyak penjual yang menjajakan buku dzikir, namun kami melewatkannya. Kami akhirnya justru membeli plastik untuk membungkus sandal dan sepatu saat masuk kedalam masjid.

Didalam masjid suasana cukup lengang, meski terdengar ada orang ceramah di dalam masjid. Saat melihat-lihat ke halaman luar, ternyata ada spanduk yang menuliskan bahwa hari Sabtu 20 November 2010 ada pengajian dan dzikir yang dipimpin oleh Ustadz HM Haryono dari Bekasi.

Kami melihat-lihat dan berfoto-foto dilorong dan didalam masjid. Zeze Vavai sempat duduk mendengarkan ceramah dan dzikir sambil beristirahat menikmati kesejukan ruangan masjid.

Selesai beristirahat, kami keluar menuju pelataran masjid dan kemudian menunggu taksi untuk pulang. Sebenarnya dari masjid Istiqlal lebih dekat ke stasiun Gambir, namun atas pertimbangan kekhawatiran kursinya keburu penuh diisi penumpang dari stasiun Jakarta Kota, kami memutuskan kembali ke stasiun Jakarta Kota.

Perjalanan pulang ditempuh dalam waktu yang lebih lama karena beberapa kali taksi terjebak kemacetan. Suasana pengap, panas dan macet membuat Ching Dew-Dew mual-mual dan pusing. Alhamdulillah, setelah beberapa lama akhirnya kami sampai di stasiun Jakarta Kota. Papap berbagi tugas. Om Ackoy membeli minuman segar dan permen agar Ching Dew-Dew bisa pulih dari rasa mual dan pusing sedangkan Papap dan Zeze Vavai membeli tiket untuk pulang. Untuk pulang Zeze Vavai naik kereta api Ekonomi AC dengan harga tiket Rp. 4.500-,/penumpang.

Perjalanan pulang berjalan lancar, penumpangpun tidak terlalu banyak. Ching Dew-Dew masih pusing, sedangkan Zeze Vavai masih segar dan berlari kesana-kemari. Sampai di Stasiun Bekasi sekitar 12 siang, Ching Dew-Dew langsung naik ojek bersama Teteh agar bisa lebih cepat, sedangkan Zeze Vavai, Papap dan Om Ackoy naik KOASI karena harus ke Super Indo Borobudur Bekasi untuk membeli susu ade Vivian dan membeli Dunkin Donuts untuk Zeze Vavai.

1 Comment to “Main ke Istiqlal-Bagian II”

  • Muhammad Rivai Alifianto » Blog Archive » Main ke Istiqlal-Bagian I — November 22, 2010 @ 7:56 am

  • RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

    Leave a Reply