Main ke Istiqlal-Bagian I

Hari Sabtu kemarin, 20 November 2010, Zeze Vavai main ke Istiqlal bersama Oom dan Tantenya dari Tambun. Sebenarnya Zeze Vavai hendak main naik kereta ke Stasiun Jakarta Kota saja, tapi tanggung juga kalau nggak kemana-mana. Ini merupakan perjalanan kedua Zeze Vavai menggunakan kereta api 🙂

Zeze Vavai berangkat dari Bekasi bersama Om Ackoy (Maryadi Arismunandar), Ching Dew-Dew (Dewi Lia Astuti) dan Teteh (Dede Narsih Herlina) bersama papap. Ibu ditinggal di rumah karena ade Vivian masih terlalu kecil untuk diajak jalan-jalan. Ade Vivian baru berumur 4 bulan jadi lebih senang menunggu di rumah.

Rombongan dari Tambun-Ching Dew-Dew dan Teteh-sampai di rumah Zeze Vavai jam 7 pagi, kemudian diantar oleh Ibu ke Stasiun sekitar pukul 07.30. Sampai di Stasiun Bekasi pukul 07.45, kami membeli tiket KA Bekasi Express (AC) seharga Rp. 9.000,-/orang. Meski Zeze Vavai masih kecil dan bisa dipangku, papap tetap membelikan tiket untuk Zeze Vavai supaya jatah kursinya tersedia sendiri.

Catatan : Kameranya salah setting tanggal.

Kereta datang pada pukul 07.55 WIB dan berangkat tepat pukul 08.00 WIB. Penumpangnya relatif sedikit karena memang hari Sabtu sebagian besar penumpang komuter libur bekerja. Zeze Vavai menempati tempat duduk di bangku pendek, deretan kursi untuk 4 orang. Setelah lihat-lihat, papap baru sadar ternyata kursi tersebut dikhususkan untuk para manula, ibu hamil, ibu menyusui dan balita atau saudara-saudara kita yang berhalangan fisik. Kami semua tertawa malu saat menyadarinya, namun karena kereta cukup lengang, kami tetap menempati posisi tersebut.

Sampai di stasiun Jakarta Kota/Beos menjelang pukul 09.00 WIB. Agak lama karena biasanya perjalanan hanya butuh waktu setengah jam saja. Meski demikian, Zeze Vavai senang-senang saja karena memang perjalanan santai tidak terburu-buru.

Sampai di Stasiun Jakarta Kota, kami makan dulu karena memang belum sarapan dari rumah, cuma makan sebungkus keripik singkong Q-tela yang dibagi berlima. Saat asyik makan keripik tersebut di kereta, kami baru membaca tulisan : “Dilarang membawa makanan dan minuman didalam kereta”, 😛 Tulisan tersebut dibuat mungkin karena khawatir masinis dan kondekturnya ikutan minta makan, hehehe…

Selepas makan yang diselipi oleh kegugupan om Ackoy yang menumpahkan segelas cola, kami bersiap berangkat ke Istiqlal. Kami naik taksi tepat dari depan pintu keluar stasiun.

Bersambung ke bagian kedua…

3 Comments to “Main ke Istiqlal-Bagian I”

  1. By hielmy, November 22, 2010 @ 4:39 am

    wah Zeze udah gede aja 🙂

  2. By Vavai, November 22, 2010 @ 4:56 am

    Iya, Zeze Vavai sudah besar dan kalau ngamuk, kepala papapnya dijitak-jitak 🙂

  3. By irmasenja, November 23, 2010 @ 12:07 am

    serunya jalan-jalan zeze vavai bersama papap dan tante omnya ya ^^

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply