Maafkan Aku, Isteriku : a Tribute to My Dear Rey

Warning : Kalau rekan blogger / pembaca lagi suntuk atau sedang patah hati, please jangan baca tulisan ini. Jangan salahkan saya kalau nanti tambah migrain dan tambah patah hati 😀 . Jangan baca juga kalau kamu sedang mual, hihihi…

*****

TulipMaafkan aku isteriku, aku belum menjadi suami yang mengayomi dengan tulus dan ikhlas. Aku masih lebih sering mementingkan diriku sendiri, memilih untuk berdebat mengenai hal-hal yang tidak pernah kita perdebatkan saat pacaran dulu.

Maafkan aku isteriku, untuk semua perhatian dan kasih sayang yang telah kamu berikan, namun aku belum membalasnya dengan perhatian dan kasih sayang yang sama yang sudah kamu tumpahkan padaku. Aku bukannya tak mau dan aku bukannya tak mampu. Kadang-kadang kata-kata argumentasi dan pengalihan esensi yang biasa aku gunakan di rapat kantor terbawa hingga saat-saat aku berbicara padamu.

Maafkan aku isteriku, jika aku sering tertidur lelap saat kamu memintaku mengusap lembut dahimu. Saat aku sulit dibangunkan kala malam menjelang pagi dan kamu ingin ditemani saat hendak mengambil air untukmu atau untuk membuat susu.

Maafkan aku isteriku, jika aku lebih sering defisit yang membuatku harus tergantung padamu 🙂 . Dalam hal keuangan dan dalam hal administrasinya, aku bukan tandinganmu. Aku lebih berpengalaman dalam menghabiskan waktu dan mengisinya dengan berbagai keinginan yang menderaku.

Tentu aku masih seperti yang dulu, meski berat badanku bertambah dan terus bertambah sejak menikah denganmu. Jika dulu aku bisa sprint untuk mendaki Gunung Gede-Pangrango, sekarang naik tangga ke tingkat ketiga membuatku memikirkan apa saja makanan yang sudah kumakan yang memberati darahku.

Isteriku, terima kasih untuk semua pengertian dan pemahaman yang aku dapat darimu. Untuk anak yang manis, ganteng dan cakep yang selalu menghibur dengan gurauan dan canda yang membuatku selalu ingin pulang cepat kerumah karena kutahu kamu dan Zeze Vavai selalu menunggu (sok PD, hehehe..).

Maafkan aku jika kamu jadi cemburu pada Zeze Vavai karena Zeze Vavai pandai memanggil “papa…” dan butuh waktu untuk memanggil “Ibu…”

Maafkan aku jika aku jadi jarang mengirim puisi untukmu, jarang menulis tulisan “tribute” untukmu, jarang memberikan catatan manis untukmu. Tak seperti dulu, saat aku seperti kumbang yang sebentar-sebentar menghampirimu. Dalam lubuk hatiku, aku malu jika ingin berkata bahwa aku terlalu sibuk yang kadang aku tak tahu untuk apa semua itu. Jangan katakan, “Ah, kalau lagi pacaran memang begitu…”. Aku tersenyum sendu mendengar semua itu…

Isteriku, aku sayang padamu, just the way you are…

Cinta pada ibu jadi abadi
Cinta pada anak tak mau berbagi
Cinta kepadamu, mengapa menyergap berkali-kali…

*****

Photo credited to http://www.free-slideshow.com/stock-photos/flowers_plants/flower-tulip-water-drop2.jpg

19 Comments to “Maafkan Aku, Isteriku : a Tribute to My Dear Rey”

  1. By resti, November 16, 2007 @ 1:40 am

    *gubraaaks*
    so sweet, vavai…
    jadi inget sama suami nih…
    perempuan itu, biar kesel atau capek, kalo udah dikasih kata2 manis, aduuuuuh…langsung klepek2.
    gapapa, abis ngepel rumah, terus masak rendang dan harus nyuci setumpuk pakaian kotor. kalo dikasih ucapan manis….hmmmmm hilang capeknya.

  2. By Vavai, November 16, 2007 @ 1:45 am

    Hihihi…

    Ini kepikiran karena semalam saya keburu tidur saat isteri saya minta dipijit, hihihi..

    Mudah-mudahan beneran klepek-klepek, karena saya hendak ke Yogya sore ini dan butuh support, hahahaha…

  3. By resti, November 16, 2007 @ 1:56 am

    iya deh…selamat jalan ke jogja. Perempuan, tetap perempuan semandiri apapun dia. Sangat suka disanjung dan diperhatikan.

    Jeleknya, kaum play boy tahu hal ini….jadilah “rayuan” mereka manfaatkan untuk menggaet perempuan…hihihihi

  4. By Ghan, November 16, 2007 @ 2:43 am

    Akhirnya ada juga yang bisa aku komentarin di blog nya mas vavai, secara aku adalah pecinta sejati dan pecinta sajak-sajak tentang cinta, yang mas vavai lakukan adalah the best mas,, aku suka banget 😛 yang jelas cinta kepada istri harus lebih besar, karena Istri yang SHolehah juga bisa membantu kita memasuki Surga..
    Semoga dapet momongan lagi mas, *adeknya zeze* hwehehehehe…

  5. By miftah, November 16, 2007 @ 3:00 am

    wahh kl istrinya bos vavai mbaca ini ..yakin deh.. ntar malem di ‘servis’ plus hehehhehehhe

  6. By Vavai, November 16, 2007 @ 3:26 am

    #Ghan,
    Wah, terima kasih banyak Ghan. Saya mesti belajar banyak sama kamu dalam hal merayu, hehehe…

    #Miftah,
    Jadi curiga jangan-2 mamanya Alessa bakal dapat puisi juga malam ini 😀

  7. By resti, November 16, 2007 @ 3:33 am

    sekali-kali…boleh lah nyonya dikirim kado macam begini…

    http://mamalehe.blogspot.com/2007/01/intimate-after-make-love-cake.html

  8. By Andri Setiawan, November 16, 2007 @ 3:42 am

    ternyata… oh … ternyata …

    romantis juga dikau bro 😀

  9. By Arya Nasoetion, November 16, 2007 @ 3:48 am

    Cieeeeh… Vavai… hehehe… Thanks for sharing Vai. Jadi bahan pembelajaran nih 😀

  10. By Aristianto, November 16, 2007 @ 3:23 pm

    Argh…

    Kalau saya cewek, saya pasti naksir sama mas vavai nih… Yuuuuu…!%#@%!$

  11. By Heranof Firdaus, November 16, 2007 @ 8:29 pm

    Vavai.., sepertinya perayu ulung. Buktinya, baru segitu aja puisinya dah banyak yang jatuh miskin, eh, jatuh simpati,hehehe.

  12. By Abe, November 17, 2007 @ 4:54 am

    Wadoh, baca postingan vavai kali ini membuatkuh pengen pulang ke Medan (istri dan anak di sana karena baru melahirkan). Arggh… Vavai, kamu harus tanggung jawab.

    *dial nomer fanny*

  13. By iin, November 19, 2007 @ 7:14 am

    ..love is in the air! prikitiw woot-woot.

  14. By Jeng Liz, January 18, 2008 @ 3:57 pm

    kapan yah suami saya bikin blog seperti ini? hehehe

  15. By Aji, April 10, 2008 @ 8:21 am

    waduh mesranya…..bapak ini….

  16. By tbagus, October 18, 2008 @ 7:23 am

    wah vavai ini mantan play boy rupanya

  17. By bagusu, October 18, 2008 @ 7:31 am

    saluut..mudah2an kata seperti itu hanya buat Istri tercinta ya…
    bahaya kalo buat..orang lain..trims buat bahan renungan.Setelah baca hati saya kok seperti ada yg ngetuk..tuk..tuk..jadi Inget Istri neehh..

  18. By TIKa, December 30, 2008 @ 3:41 am

    duch bgs bg6t t kt2nya..jd ngiri dch…………pst dch t prmntaan mfnya dtrma ma istrinya……..bgus t kt2nya ..jd crga dlu sring ngeryu cwe gt y…….^_^……..salut dch ma kt2nya t……………

  • link — November 23, 2007 @ 11:08 pm

  • RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

    Leave a Reply