Agar Ibu Bekerja Tetap Dekat dengan Anak di Rumah

Zeze-vavai-coolHari Minggu, 01 Juli 2007 kemarin saya membaca artikel menarik di harian KOMPAS minggu, halaman 33. Halaman ini adalah halaman iklan jadi mungkin banyak yang tidak membaca artikel yang menarik mengenai kiat agar seorang ibu tetap dekat dengan anaknya meski si Ibu bekerja.

Selain itu, sepertinya artikel ini tidak ada pada KOMPAS online karena masuk kedalam feature klasika.

Kebetulan isteri saya bekerja, meski sebagai PNS dan lokas kerja relatif dekat dengan rumah. Artikel ini saya tulis di blog Zeze Vavai agar mamanya dapat terus ingat bahwa kedekatan dan masa kecil seorang anak tidak bisa digantikan dengan uang dalam jumlah berapapun.

Berikut adalah artikelnya :
Agar Ibu Bekerja Tetap Dekat dengan Anak di Rumah
Semakin tingginya biaya hidup dewasa ini mendorong banyaknya pasangan orang tua yang bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Jika dulu ibu selalu di rumah untuk mengasuh anak, kini perannya digantikan oleh pengasuh. Efeknya, anak cenderung lebih dekat dengan pengasuh di rumah ketimbang dengan ibu kandungnya.

Cuek, menangis saat digendong, tak mau diajak bermain, selalu mencari pengasuh saat sedih atau menangis adalah beberapa contoh sikap balita yang tidak dekat dengan ibu kandungnya. Hal ini tidak perlu terjadi seandainya sang ibu memiliki kualitas kedekatan yang baik dengan buah hatinya.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ibu yang bekerja agar tetap dekat dengan si anak, antara lain:
1. Sempatkan memandikan anak di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain menjalin kedekatan, anakpun akan terbiasa bangun pagi sedari balita.

2. Bila jarak kantor tidak terlalu jauh dan masih ada waktu luang, ada baiknya jika Anda membiasakan sarapan bersama di meja makan. Dengan begitu, Anda masih sempat menyuapi dan bercengkrama dengan balita di rumah.

3. Di sela-sela waktu luang di kantor, cobalah sesekali menelponnya di rumah. Walaupun ia masih menggunakan bahasa bayi, setidaknya dapat bercakap-cakap dan membuatnya mengenali suara Anda. Disamping itu, Anda pun bisa memantau keadaannya di rumah.

4. Sepulang kerja, cobalah untuk sekadar menggendong atau mengajaknya bermain. Jangan pernah gengsi bertingkah manja atau berakting sebagai teman bermainnya. Biasanya anak-anak lebih suka pada orang tua yang mau mernahami dunia mereka.

5. Jangan pernah pelit memberi pujian pada anak yang telah bertingkah baik. Terlalu banyak larangan, malah membuat mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak disukai oleh orang tuanya.

6. Mengantarnya tidur sambil membacakan dongeng merupakan proses pendekatan yang paling disukai anak. Selain itu, mendongengkan anak juga berperan dalam proses perkembangan kognitif anak, terutama daya imajinasinya.

7. Jika sampai di rumah sudah terlalu larut, sempatkan mampir ke kamarnya untuk sekadar memeluk dan menciumnya.

8. Di akhir minggu, sekadar mengantar sekolah dan menungguinya selama beberapa saat akan membuat anak merasa bangga dan lebih dekat dengan orang tuanya.

9: Bersama-sama melakukan permainan yang disukai anak seperti bersepeda, berenang, bermain pistol air, atau sekadar bersenda gurau akan meningkatkan keintiman orang tua dan anak.

Advis yang berguna, bukan. Semoga bermanfaat buat rekan Zeze Vavai yang lain agar mama papanya dapat lebih meluangkan waktu untuk mereka.

15 Comments to “Agar Ibu Bekerja Tetap Dekat dengan Anak di Rumah”

  1. By yanti, August 15, 2007 @ 2:49 am

    kayaknya saran nomor 1 sampe 9 di atas applicable juga untuk ayah yang bekerja di luar rumah.

    banyak kasus anak nggak dekat sama ayahnya. memangnya ibu saja cukup? atau.. memangnya cuma ibu yang bisa/harus begitu? 🙂

  2. By Lyssa, September 5, 2007 @ 8:52 am

    bagus juga sih commentnya, kira-kira gimana ya kalo si anak bener-bener ngga mau deket sama ibunya, buahaya itu re

  3. By Jeng Liz, April 30, 2008 @ 10:44 pm

    No. 4…agak susah yah dilakuin, gak mungkin kan cuma peluk dan cium aja…anak butuh lbeih dari itu. Banyak sahabat saya yang dulunya bekerja di luar rumah, dan sang anak pun “ingin suaranya didengarkan” mereka ternyata protes. Saya juga pernah mengalaminya dalam arti, setelah pulang kerja (padahal saya kerjanya part time) anak saya gak mau ngerti, pokoknya musti maen ama dia, meskupun saya lelah dan ingin istirahat/tidur. Dan untungnya sekarang banyak alternatif bekerja di rumah yah 🙂 Banyak juga ibu2 yang sudah sukses, coba baca Majalah FEMINA edisi 25 Feb’08 dengan topik SAATNYA BEKERJA DI RUMAH. Kalo mau nanti saya posting di blog saya. Oke…ini juga berlaku untuk ayah loh 🙂 Krn pertumbuhan dan perkembangan anak kan juga membutuhkan peran ayah dan ibu. 🙂

  4. By maknya hanif, January 6, 2009 @ 10:11 am

    boleh dilink ya mbak,..

  5. By maknya hanif, January 6, 2009 @ 10:12 am

    eh salah,..papa vavai,…(maap,maap)

  6. By ariati, January 7, 2009 @ 2:39 pm

    SAYA IBU YANG BEKERJA INGIN SEKALI DEKAT DENGAN ANAK.TAP ANAK SAYA DIASUH IBUKU.SAYA SANGAT MERASA BERSALAH DAN TAK TENANG SAAT BEKERJA.MAUNYA PEGN SAYA ASUH SENDIRI,TP BINGUNG SAPA YANG NGASUH…MOHON SARANYA

  7. By ima, May 9, 2009 @ 2:06 pm

    Artikel bagus…saya copi ya…untuk ibu ariati:Semua yang kita lakukan adalah pilihan…sebagai wanita yang bekerja dan kadang merasa bersalah ( dan kangeeenya itu loh:( ) juga meninggalkan anak2 ( saya pulang seminggu sekali )…maka buat sistem yang bagus agar anak2 kita tetap terperhatikan dan keep contac dengan kita . misalnya dengan membuat matrik kegiatan yang didelegasikan ke yang jaga dirumah, sempatkan melakukan komunikasi sesibuk apapun kita….Intinya…planing, kontroling dan evaluasi, jangan lupa mohon diberi kekuatan dari Yang Di Atas. Support system yang baik juga mutlak kita perlukan…( selain ortu juga pengasuh yang bertanggungjawab bisa jadi solusi)..jangan sedih ya bu

  8. By ucup, March 15, 2011 @ 1:43 am

    Betul banget, kebetulan aq punya informasi bisnis online yang cocok buat para IBU, Sehingga mereka bisa punya penghasilan sendiri plus tetep bisa jadi ibu rumah tangga yang baik tentunya silahkan di intip BU…
    http://www.dbcn-kerjadirumah.com/?id=BisnisTerpopuler

  9. By yanti, April 21, 2011 @ 7:08 am

    Saatnya kita BEKERJA DARI RUMAH tanpa harus meninggalkan buah hati kita namun tetap menghasilkan. Info baca disini ya…

  10. By umine maza, May 22, 2011 @ 4:28 am

    sekedar sharing…sy jg pernah kerja dan meninggalkn anak dgn bulik sy, bkn pengasuh….sdh sy coba smua hal di atas…tp tetep aja anak lbh seneng sm buliknya…sakit hati…akhirnya sy putuskan resign…duit bisa d cari tapi kedekatan dgn anak, masa itu g akan terganti…rencana bru kerja klo anak dah sekolah,jd selama dia sekolah sy kerja fair kan..hehehe

  11. By tietie, October 18, 2011 @ 4:26 am

    (Saya ada alternatif u/ para ibu yang ingin bekerja dirumah,berupa bisnis online dengan modal kecil hanya 39.900 dan mendapatkan training online gratis dan dapat web gratis. Bagi yang berminat hub http://www.bisnisibuku.com)

  12. By Nisya, March 23, 2012 @ 2:03 pm

    Mksh infonya.. yg terpenting bagi ibu pekerja adalah kwalitas yaa.. silahkan berkunjung jg di blog sy yaa.. http://anakdanwanita.com =)

  13. By Mega raya, November 21, 2013 @ 6:01 am

    Iya..gmna ya supaya anak ku bsa lebih manja dan dekat dengan aku.soalnya inikan anak pertama ku.
    Aku harus kerja demi kbutuhan dy jg. Dan ak tinggl drmh mertuaku.anak ku otomatis dijaga sma neneknya ibu dari suami ku.ak tkut dy lebih dekat dgn neneknya dari pada ak.
    Yg ak tw sbaik dan sbagusnya biasanya anak tuh lebih dekat dengan nenek dari si ibu.
    Soalnya.dy baru sebulan aku pun masih asi ekslusif.n dy klo rewel digendong aku baru diam.pernah aku tinggal untuk mmbli pempers.pdahal dijaga sma ayahnya dan adik suaamiku.tp ga mw diam dan aku ditlf untuk pulang. Pas ak gendong lgsung diam.ak takut anak ku ga bsa ditinggal.tapi skalinya aku tinggal nanti aku takut anakku ga dekat sma ak.
    Minta solusinya doong..

  • Loan Pay Day — October 19, 2007 @ 8:33 pm

  • ehab tawfiq lyrics — November 8, 2007 @ 12:41 pm

  • RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

    Leave a Reply